Mendengar firman Tuhan itu penting. Tapi hanya mendengar tanpa melakukan tidak akan mengubah hidup kita. Sama seperti melihat peta tapi tidak berjalan, kita tahu arahnya, tapi tidak sampai ke tujuan. Banyak orang rajin ikut ibadah, hafal ayat, tapi hidupnya tetap sama. karena itulah yang Yakobus sebut menipu diri sendiri. Ketaatan yang sejati lahir dari kasih. Kita taat bukan karena takut atau terpaksa, tapi karena kita mengasihi Tuhan dan ingin menyenangkan-Nya. Kasih dan ketaatan tidak bisa dipisahkan.
Dalam Yakobus 1:22 memberikan pengertian yang baik bahwa taat karena Kasih itu akan terlihat nyata ketika Firman yang kita dengar, kita juga terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti saat Firman Tuhan mengajarkan kita untuk mengampuni orang yang bersalah kepada kita dan seketika itu juga kita berusaha untuk mengampuni orang lain sekalipun berat. Sebab kita lakukan karena kita taat dan mengasihi Tuhan bahkan sesama manusia. Oleh sebab itu sekalipun sulit, namun menjadi pelaku Firman itu adalah keharusan bagi setiap kita orang percaya. Sebab ketika kita menjadi pelaku firman, hidup kita berubah, iman kita nyata, dan orang lain dapat melihat Tuhan melalui tindakan kita.
Menjadi pelaku firman berarti kita benar-benar menghidupi apa yang Tuhan katakan. Misalnya, mengampuni orang yang menyakiti kita, berkata jujur, mengasihi orang sulit dikasihi, dan melayani orang lain. Firman Tuhan baru hidup ketika kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari, baik itu di rumah, sekolah, pekerjaan, dan lingkungan sekitar.
Mendengar itu penting, tapi menghidupi FirmanNya melalui kehidupan sehari-hari itu jauh lebih penting karena melalui tindakan dalam kehidupan kita maka Firman itu akan mengubah hidup kita dan membuat iman kita semakin bertumbuh.